Lebaran 2026: Arus Mudik via Pelabuhan Tanjung Perak Diprediksi 287.000 Orang

Bisnis.com, SURABAYA – Arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 2026 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya diprediksi mengalami peningkatan jumlah penumpang kapal laut hingga 287.000 orang. 


Branch Manager Branch Manager Kalimas PT Pelindo Multi Terminal Ana Adilya menjelaskan pihaknya telah menyiapkan berbagai skema serta fasilitas pendukung untuk menghadapi lonjakan pemudik terutama bagi penumpang turun di Surabaya. Antara lain dengan menambah fasilitas bangunan di ruang tunggu, penambahan troli untuk mengangkut barang-barang pemudik, dan kesiapan armada kapal penumpang yang mencapai 39 unit. 


Kemudian ruang prioritas yang diperuntukkan bagi kaum difabel, lansia, balita, hingga ibu hamil juga disediakan untuk memberi kenyamanan bagi segenap penikmat jasa. Berdasarkan proyeksi tahun ini, jumlah penumpang naik sekitar 5% bila dibandingkan dengan periode Lebaran Idulfitri 2025 yang tercatat sebanyak 273.000 orang. 


"Tahun ini akan ada lonjakan penumpang kurang lebih 5%. Jadi pada [masa Angkutan Lebaran] tahun 2025, jumlah penumpang di terminal Gapura Surya Nusantara sebanyak 273.000 [penumpang], dan tahun ini kami prediksi naik menjadi 287.000," beber Ana dikutip Minggu (15/3/2026). 


Ana mengungkapkan puncak arus mudik di Pelabuhan GSN akan berlangsung pada tanggal 13-14 Maret sedangkan untuk arus balik Lebaran diperkirakan akan berlangsung pada 28-29 Maret 2026. 


Untuk rute favorit yang menjadi jalur perjalanan pemudik adalah rute Makassar, Sulawesi Selatan; Balikpapan, Kalimantan Timur; Lembar, Nusa Tenggara Barat (NTB); serta Kumai, Kalimantan Tengah. Terkait potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai perairan di Jawa Timur, Ana menegaskan hal itu turut menjadi perhatian khusus pihaknya karena akan berdampak pada penundaan keberangkatan ataupun kedatangan. 


Skema yang disiapkan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem adalah menyiapkan buffer zone atau kantung parkir bagi kapal untuk bersandar supaya tidak menghalangi jalur kapal. "Keterlambatan kapal itu yang paling berdampak saat cuaca ekstrem. Kendaraan muatan kapal itu terjadi delay sehingga cukup mengganggu akses, tapi kita mengantisipasi karena sudah siapkan titik-titik buffer," pungkasnya.