Arus Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Naik 8,83 Persen, Tembus 29.458 Orang Selama Nataru 2026

SEMARANG, suaramerdeka.com – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui PT Pelindo Multi Terminal mencatat kenaikan arus penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. 


Selama periode H-15 hingga H+15 Nataru, jumlah penumpang pada tahun 2026 mencapai 29.458 orang. Angka ini naik 8,83 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat 27.068 penumpang. Sementara itu, arus kendaraan di Pelabuhan Tanjung Emas justru menurun. Pada 2026 tercatat 3.817 unit kendaraan, turun 8,84 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 4.187 unit. 


Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Emas, S. Joko, mengatakan capaian ini menunjukkan komitmen Pelindo dalam menjaga kelancaran operasional pelabuhan selama masa Nataru. Ia menjelaskan, pelayanan Nataru berlangsung selama 15 hari, mulai 10 Desember 2025 hingga 9 Januari 2026, dengan fokus pada keamanan dan kenyamanan pengguna jasa pelabuhan. 


“Perbedaan tren ini menandakan perubahan pola perjalanan masyarakat yang mulai mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” ujar S. Joko, Kamis (15/1). Menurutnya, tingginya mobilitas penumpang mencerminkan kesiapan Pelindo Multi Terminal dalam mengelola layanan penumpang dan kendaraan selama libur akhir tahun. 


Pelindo memastikan seluruh proses sandar kapal, embarkasi, dan debarkasi berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi penumpang. Selain itu, Pelindo juga mendirikan posko pelayanan Nataru serta meningkatkan kesiapsiagaan petugas operasional untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. S. Joko menambahkan, suksesnya Angkutan Nataru 2025/2026 di Pelabuhan Tanjung Emas merupakan hasil kerja sama antara Pelindo Multi Terminal dan seluruh pemangku kepentingan. 


“Kami mengapresiasi dukungan KSOP, aparat keamanan, pemerintah daerah, operator kapal, dan seluruh stakeholder,” katanya. Ia menegaskan, penyelenggaraan Angkutan Nataru menjadi bahan evaluasi penting bagi Pelindo dalam menghadapi agenda transportasi selanjutnya. 


Evaluasi tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi Angkutan Lebaran, yang biasanya memiliki volume penumpang dan kendaraan lebih tinggi. “Pengalaman selama Nataru menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat koordinasi lintas sektor,” pungkas S. Joko.