TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - PT Pelindo Multi Terminal Branch Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) menambah fasilitas X-Ray menghadapi lonjakan penumpang di musim Nataru 2025-2026.
Dari pantauan Tribun-Timur.com, Jumat (19/12/2025) sore, mesin X-Ray baru ditempatkan samping pintu keluar dermaga Pelabuhan Nusantara Parepare.
Hanya saja, ruang X-Ray belum bisa digunakan dan masih ditutup.
Sehingga pemeriksaan barang bawaan penumpang masih dilakukan secara manual oleh personel Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) Polres Parepare.
Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Parepare, Beny mengatakan, belum dioperasikannya mesin X-Ray baru itu karena belum diresmikan Wali Kota Parepare, Tasming Hamid beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya.
"Jadi X-Ray ini Insyaa Allah dioperasikan pada saat tanggal 23 (Desember 2025) pada saat kunjungan Wali Kota dan Forkopimda untuk meninjau kesiapan Nataru," katanya saat ditemui Tribun-Timur.com, Jumat (19/12/2025).
Beny mengungkapkan, penambahan fasilitas X-Ray ini untuk mengantisipasi lolosnya barang ilegal masuk wilayah Parepare melalui Pelabuhan Nusantara menghadapi lonjakan penumpang Nataru 2025.
Bertambahnya mesin X-Ray membuat Pelindo Parepare saat ini memiliki dua X-Ray, yang terletak di dalam terminal dan dermaga Pelabuhan Nusantara Parepare.
"Ini untuk mengantisipasi barang ilegal masuk dan membantu Polsek KPN untuk memperketat pemeriksaan. Jadi sekarang kita punya dua mesin," ungkapnya.
Tak hanya itu, Pelindo juga telah menambah sejumlah layanan di musim libur Nataru.
Seperti penambahan posko untuk ruang tunggu, penambahan pendingin ruangan, kipas angin dan drink station (tempat minum).
"Kesiapannya, kami sudah menambah beberapa fasilitas, termasuk kita sudah membersihkan fasilitas toilet dan menyiapkan layanan kesehatan," ucapnya.
Sebelumnya, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Parepare memprediksi sebanyak 26.145 penumpang akan melintasi Pelabuhan Nusantara pada musim mudik Nataru 2025-2026.
Jumlah tersebut diperkirakan meningkat sekitar lima persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Dengan prediksi jumlah penumpang mengalami kenaikan lima persen atau mencapai 26.145 orang," ungkapnya.
Selain kesiapan armada, KSOP Parepare juga memperkuat koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan.
Khususnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), memantau kondisi cuaca selama musim mudik.
"Kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk mendapatkan pembaruan perkiraan cuaca. Beberapa pekan terakhir cuaca cukup ekstrem, sehingga perlu diantisipasi demi keselamatan pelayaran dan penumpang," ucap Eko.
